browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pemira Legislatif

Posted by on May 3, 2013

Latar Belakang PEMIRA

Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UU KM IPB No 001 tahun 2012 tentang PEMIRA KM IPB sebagai dasar akan pentingnya momen besar di IPB dalam mewujudkan dinamisasi politik yang intelek di IPB. Dinamisasi dan pendewasaan yang berkelanjutan di dalam tubuh lembaga kemahasiswaan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar kembali. Ruh idealisme mahasiswa yang mulai luntur mulai terkikis, maka perlu adanya penyegaran kembali terkait mekanisme-mekanisme yang telah ada.

Keluarga mahasiswa IPB mengharapkan bahwa proses pendewasaan ini dapat memberikan teladan yang baik bagi Negara ini bagaimana seharusnya di maknai. Hal ini berimbas dengan kebutuhan lembaga kemahasiswaan untuk mengadopsi system pemerintahan Negara secara parsial.

Dinamisasi dan pendewasaan yang berkelanjutan di dalam tubuh lembaga kemahasiswaan merupakan sesuatu yang memang seharusnya terjadi serta menjadi suatu pembelajaran agar lembaga kemahasiswaan senantiasa dapat berperan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Sejak tahun 2001 hingga tahun 2005 MPM KM dengan usahanya melibatkan mahasiswa umum secara aktif telah melakukan pengkajian terkait penyempurnaan sistem PEMIRA khususnya kepartaian sebagai politik di KM IPB. Perdebatan dan kontroversi yang terjadi dalam perhelatan sidang istimewa yang saat itu dilakukan akhirnya memutuskan untuk menolak penggunaan sistem kepartaian ini sebagai sebuah sistem politik di KM IPB dan hal tersebut merupakan keputusan sangat bersejarah di masa itu. Sidang Istimewa sendiri merupakan sebuah sarana penyampaian pendapat mahasiswa yang diselenggarakan secara terbuka.

Sebelumnya beberapa waktu yang lalu tepatnya pada bulan janauri tahun 2013, diadakan sebuah forum. Kesempatan ini merupakan salah satu tindak lanjut menanggapi hal tersebut. MPM KM IPB selaku lembaga tertinggi di KM IPB mencoba untuk senantiasa merespon aspirasi-aspirasi,  tidak terkecuali aspirasi dalam forum itu. Aspirasi yang sejalan dengan semangat pembelajaran menuju dinamisasi kampus yang lebih baik adalah adanya evaluasi berkaitan dengan peran perangkat KM IPB yang terdiri dari lembaga legislatif dan eksekutif serta MPM KM yang juga mempunyai peran dalam hal penyelesaian perkara KM IPB, serta evaluasi sistem Pemira legislatif.

Oleh karena itu, MPM KM IPB melalui Badan Pekerja Sistem tahun ini berupaya untuk merumuskan langkah-langkah yang secara komprehensif melibatkan internal kelembagaan serta seluruh elemen mahasiswa.  Sehingga pada periode kepengurusan 2012/2013 juga akan diputuskan hasil akhirnya apakah perlu dilakukan perubahan sistem perangkat KM IPB dan sistem Pemira ataukah hanya memperbaiki sistem yang telah ada tentu saja melalui mekanisme aturan yang berlaku di KM IPB.

Hal ini penting, karena melalui Pemira inilah akan tergambar secara jelas konstituen dari lembaga kemahasiswaan yang pada akhirnya terkait dengan eksistensi lembaga ini.Adapun yang menjadi perhatian berkaitan dengan evaluasi aspirasi mahasiswa adalah:

  1. Mekanisme pemilihan anggota legislatif dalam Pemira apakah tidak sebaiknya langsung saja menggunakan one man one vote seperti pada Pemira eksekutif?
  2. Asas keterwakilan anggota legislatif yang sekarang berdasar pada keterwakilan fakultas saja apakah tidak sebaiknya juga mengikutkan keterwakilan unsur lembaga kemahasiswaan di dalamnya atau menggunakan sistem kepartaian?

beberapa penyempurnaan atau sistem baru pada Pemira 2013 yaitu dengan melakukan perubahan pada UU No.01 KM IPB tentang Pemira.

Comments are closed.